LEBAK — Sinergi antara lembaga pendidikan kejuruan dan birokrasi pemerintahan kembali terwujud secara nyata. Siswa-siswi perwakilan dari Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Cileles resmi menyelesaikan masa penugasan dan menggelar Presentasi Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di hadapan jajaran pembimbing serta pejabat struktural Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak.
Agenda evaluasi ini menandai tuntasnya masa praktik kerja selama empat bulan penuh, terhitung sejak bulan Juli hingga Oktober 2026. Acara ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban kurikulum, melainkan panggung pembuktian kompetensi para siswa dalam mengimplementasikan ilmu kejuruan pada dinamika kerja pelayanan publik yang sesungguhnya.
Menghubungkan Teori Sekolah dengan Realitas Birokrasi
Pelaksanaan PKL di lingkungan DP3AP2KB Kabupaten Lebak dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teori di bangku sekolah dengan kebutuhan riil dunia kerja pemerintahan. Selama berbulan-bulan, para siswa diterjunkan langsung ke berbagai bidang untuk memahami alur kerja birokrasi, tata naskah dinas, serta manajemen program strategis daerah.
Mereka tidak hanya belajar mengenai rutinitas perkantoran, melainkan diajak bersentuhan langsung dengan isu-isu publik yang krusial bagi kemajuan Kabupaten Lebak, seperti:
- Mekanisme pendampingan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
- Dukungan administrasi penanganan stunting terpadu dari akar rumput.
- Pemahaman tata kelola data terpilah gender dalam rangka persiapan penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE).
- Sistem pelayanan dan pencatatan program pembangunan keluarga berencana.
3 Manfaat Nyata Selama Masa Penugasan
Dalam sesi pemaparan laporan, para siswa menunjukkan penguasaan materi yang matang serta mempresentasikan ragam inovasi tugas yang telah mereka kerjakan. Kegiatan PKL ini memberikan tiga nilai manfaat utama bagi para peserta:
- Pengembangan Kompetensi Holistik: Siswa teruji dalam mengasah soft skill (kemampuan komunikasi publik, teknik presentasi formal, kerja sama tim, adaptasi budaya kerja) sekaligus hard skill (tata kelola administrasi surat-menyurat, pengarsipan berkas dinas, serta pengolahan data digital program).
- Mengenal Tantangan Isu Sosial Daerah: Para siswa memperoleh sudut pandang baru mengenai peran pemerintah daerah dalam menangani kerentanan sosial, perlindungan anak, dan ketahanan keluarga di pelosok Lebak.
- Jembatan Menuju Karier Profesional: Pengalaman interaksi langsung dengan aparatur sipil negara memberikan modal portofolio kerja nyata yang menjadi nilai tambah ketika mereka lulus dan melangkah ke dunia industri maupun jenjang pendidikan berikutnya.
Mencetak Calon Pemimpin Menuju Indonesia Emas
Pihak dinas menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dedikasi, integritas, serta kedisiplinan yang ditunjukkan oleh para siswa SMKN 1 Cileles selama bertugas. Sikap proaktif dan kemauan belajar yang tinggi dinilai mampu memberi warna positif bagi suasana kerja di lingkungan kantor.
"Pengalaman belajar di DP3AP2KB ini diharapkan menjadi bekal yang mematangkan mentalitas kerja para siswa. Kami berharap para lulusan SMK ini tumbuh menjadi generasi muda yang tidak hanya unggul secara keahlian teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan berjiwa pelayan masyarakat demi menyongsong Indonesia Emas."
Rangkaian acara ditutup dengan penyerahan berkas evaluasi, sesi pemberian masukan dari pembimbing lapangan dinas, serta foto bersama sebagai wujud komitmen kemitraan yang berkelanjutan antara DP3AP2KB Kabupaten Lebak dan institusi pendidikan kejuruan di Lebak.
Writer & Editor : Dio Riksa A, 2026