Optimalkan Ketersediaan Alokon dan Layanan Kontrasepsi, DP3AP2KB Perkuat Monev Terpadu Bersama Mitra Kerja di Fasyankes
bro admin | 07 September 2026 | Dibaca 2 kali

LEBAK — Dalam rangka menjaga ketersediaan rantai pasok alat dan obat kontrasepsi (alokon) serta menjamin mutu pelayanan keluarga berencana bagi masyarakat, DP3AP2KB Kabupaten Lebak menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pendistribusian Alokon serta Pelayanan KB di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) bersama Mitra Kerja Strategis.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis daerah untuk memastikan tidak terjadi kekosongan stok (stock-out) maupun penumpukan alokon berlebih (over-stock), sekaligus meningkatkan standardisasi pelayanan KB di seluruh jaringan fasilitas kesehatan, baik puskesmas, klinik pratama, maupun rumah sakit rujukan.

Perkuat Akurasi Distribusi dan Rantai Pasok (Supply Chain)

Rantai distribusi alokon dari gudang farmasi hingga ke tingkat fasyankes menjadi salah satu fokus utama dalam evaluasi ini. Monitoring difokuskan pada:

  • Akurasi Pencatatan dan Pelaporan: Sinkronisasi data mutasi stok melalui sistem pencatatan berbasis digital (seperti aplikasi SIGA/K/0/KB) guna memastikan data penerimaan, pengeluaran, dan sisa stok riil di faskes tercatat secara valid dan real-time.
  • Kepatuhan Penyimpanan (Good Storage Practice): Pengecekan kondisi fisik gudang/tempat penyimpanan alokon di faskes guna menjamin mutu, stabilitas obat/alat, penataan sistem FEFO (First Expired, First Out), serta pemantauan masa kedaluwarsa.
  • Ketepatan Jalur Distribusi: Memastikan alur pengiriman dari tingkat kabupaten ke fasyankes berjalan terjadwal, efisien, dan responsif terhadap lonjakan kebutuhan pelayanan di wilayah-wilayah tertentu.
Kolaborasi Lintas Sektor Bersama Mitra Kerja

Keberhasilan program Bangga Kencana dan pelayanan KB tidak terlepas dari peran aktif mitra kerja di lapangan. Kegiatan monev ini secara khusus melibatkan:

  • Ikatan Bidan Indonesia (IBI): Penguatan kompetensi bidan faskes dan Bidan Praktik Mandiri (BPM) dalam memberikan konseling berkualitas dan tindakan pemasangan alokon secara aman.
  • Tenaga Lini Lapangan (PKB/PLKB & Kader PPKBD/Sub-PPKBD): Sinkronisasi data sasaran calon akseptor dan penguatan fungsi rujukan dari tingkat desa/kelurahan ke fasyankes.
Komitmen Bersama untuk Pelayanan Prima

Melalui monev terpadu ini, dirumuskan sejumlah rencana tindak lanjut (RTL), antara lain percepatan redistribusi bagi faskes yang membutuhkan tambahan alokon tertentu, penjadwalan pelayanan KB bergerak (mobile service) untuk menjangkau wilayah dengan akses terbatas, serta pembinaan teknis berkala bagi pengelola logistik dan tenaga kesehatan.

Diharapkan dengan tata kelola logistik yang akuntabel dan pelayanan kontrasepsi yang prima, masyarakat dapat memperoleh akses layanan keluarga berencana yang aman, mudah, dan berkualitas demi mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera di Kabupaten Lebak.


Writer & Editor : Dio Riksa A, 2026

BAGIKAN :