LEBAK – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pendistribusian Alat dan Obat Kontrasepsi (Alokon) serta Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di wilayah Kecamatan Warunggunung pada Kamis (10/09/2026). Langkah ini ditujukan untuk memastikan tata kelola logistik, keamanan pasokan, dan mutu pelayanan medis bagi masyarakat berjalan sesuai standar.
Peninjauan dan pendampingan teknis secara intensif menyasar tiga fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) strategis:
- Puskesmas Warunggunung: Peninjauan difokuskan pada ketertiban administrasi pelaporan, transparansi sistem pencatatan stok, serta keandalan penyimpanan fisik alokon pada fasilitas kesehatan milik pemerintah.
- Praktik Mandiri Bidan (PMB) Daini Zulmi: Pemeriksaan langsung terhadap ketersediaan sarana kontrasepsi dan penerapan standar mutu pelayanan kebidanan di tingkat fasilitas mandiri yang menjadi garda terdepan masyarakat.
- Puskesmas Baros: Evaluasi terhadap efisiensi rantai pasok dan alur distribusi logistik lintas wilayah guna menjamin kesinambungan pelayanan tanpa hambatan kekosongan stok.
Tiga Pilar Fokus Monitoring
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi lapangan ini menitikberatkan pada tiga sasaran operasional:
- Optimalisasi Rantai Pasok: Memastikan seluruh ragam alokon—mulai dari pil KB, suntik, implan, hingga Intrauterine Device (IUD)—tersedia dalam jumlah memadai, tersimpan sesuai prosedur suhu dan ruang, serta tersalurkan tepat sasaran bagi Pasangan Usia Subur (PUS).
- Standarisasi Prosedur Medis: Memastikan penerapan tata laksana tindakan medis kontrasepsi tetap higienis, steril, dan taat pada Standard Operating Procedure (SOP) klinis guna menjamin keselamatan akseptor.
- Penguatan Jejaring Layanan: Membangun keterpaduan data dan komunikasi yang solid antara fasyankes pemerintah, sektor swasta, dan jejaring bidan mandiri agar cakupan pelayanan KB menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara merata.
Penguatan sinergi antar-fasilitas kesehatan ini diharapkan dapat menjaga kontinuitas kesertaan ber-KB, menekan angka putus pakai kontrasepsi (drop-out), serta berkontribusi langsung terhadap peningkatan ketahanan keluarga dan percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Lebak.
Writer & Editor : Dio Riksa A, 2026