JAKARTA PUSAT— Pembangunan suatu daerah yang berdaya saing sejatinya berakar dari unit terkecil peradaban, yaitu rumah tangga. Demi mewujudkan keluarga yang mandiri, berketahanan, setara, dan terlindungi dari hulu ke hilir, Direktorat Keluarga, Pengasuhan, Perempuan, dan Anak Kementerian PPN/Bappenas bersama Pusat Kajian dan Advokasi Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak Universitas Indonesia (Puskapa UI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Rekomendasi Strategi Pembangunan Kualitas Keluarga.
Agenda strategis yang berlangsung di SGH Tower, Jakarta Pusat, pada Selasa (27/10/2026) ini menggandeng langsung jajaran Pemerintah Kabupaten Lebak. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendalami potret riil, tantangan sosial, serta kebutuhan mendasar keluarga di Kabupaten Lebak, baik masyarakat perkotaan, pedesaan, hingga komunitas masyarakat adat.
3 Fokus Strategis Pembangunan Kualitas Keluarga di Lebak
Diskusi terfokus ini memetakan kondisi empiris di lapangan untuk kemudian diolah menjadi rujukan penyusunan kebijakan intervensi keluarga di tingkat pusat maupun daerah. Terdapat tiga pilar utama yang menjadi pokok bahasan:
- Penguatan Peran Pengasuhan Holistik: Mendorong keterlibatan aktif kedua orang tua dalam pengasuhan anak (co-parenting), optimalisasi peran ayah (fathering), serta pemantapan bimbingan pra-nikah bagi calon pengantin demi kesiapan mental, finansial, dan kesehatan reproduksi berkelanjutan.
- Pemenuhan dan Perlindungan Hak Dasar: Memastikan akses layanan dasar publik dapat dijangkau merata, meliputi jaminan kesehatan gizi pencegah stunting, sistem rujukan perlindungan korban kekerasan perempuan dan anak, hingga pemenuhan dokumen hak sipil seperti akta kelahiran dan administrasi kependudukan.
- Keberpihakan Program Inklusif dan Ramah Kearifan Lokal: Merancang desain intervensi ketahanan keluarga yang adaptif, menghormati nilai-nilai adat, serta selaras dengan pranata sosial budaya masyarakat adat di Kabupaten Lebak.
Kearifan Lokal Lebak sebagai Fondasi Kebijakan Menuju Indonesia Emas
Kabupaten Lebak memiliki karakteristik sosial budaya yang unik dan kaya akan kearifan lokal dalam menjaga keharmonisan rumah tangga serta gotong royong warga. Karakteristik ini dinilai Bappenas dan Puskapa UI sebagai aset penting dalam menyusun strategi pembangunan manusia yang tidak kaku dan kontekstual.
Masukan faktual dari jajaran perwakilan Pemerintah Kabupaten Lebak menjadi bahan pertimbangan mendalam bagi Kementerian PPN/Bappenas dalam memformulasi rekomendasi kebijakan pembangunan keluarga nasional yang inklusif menyongsong terwujudnya visi Indonesia Emas.
Pemerintah Kabupaten Lebak menegaskan kesiapannya untuk menindaklanjuti kajian ini menjadi rencana aksi daerah yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat di tingkat rukun tetangga dan desa.
Mari bersama-sama kita rawat dan bangun lingkungan keluarga yang sehat, aman, setara, dan saling mendukung demi melahirkan generasi penerus yang cerdas dan berkarakter mulia!
Writer & Editor : Dio Riksa A, 2026