Lebak, 2026 — Pernikahan anak masih menjadi salah satu tantangan dalam pembangunan kualitas generasi muda. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kehidupan pasangan yang menikah pada usia anak, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap pendidikan, kesehatan, kondisi sosial, ekonomi, serta kesiapan dalam membangun keluarga.
Menyadari pentingnya upaya pencegahan sejak dini, diperlukan pendekatan yang mampu menjangkau remaja secara lebih dekat, komunikatif, dan sesuai dengan karakter generasi muda.
Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah Peer Education Approach, yaitu metode edukasi dengan melibatkan teman sebaya sebagai sumber informasi dan agen perubahan bagi remaja lainnya.
UNTIRTA BERSINAR Hadir dengan Pendekatan Teman Sebaya
Melalui program pengabdian masyarakat “Antisipasi Pernikahan Dini dengan Peer Education Approach Tahun 2026”, UNTIRTA BERSINAR (Belajar Bareng Remaja Cerdas dan Pintar) mendorong upaya edukasi pencegahan pernikahan anak melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan remaja.
Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi strategis antara UNTIRTA, DP3AP2KB Kabupaten Lebak, Duta GenRe, dan Duta Anak dengan menyasar lingkungan sekolah sebagai ruang penting dalam membangun pengetahuan dan kesadaran remaja.
Pendekatan teman sebaya diharapkan dapat menciptakan komunikasi yang lebih terbuka sehingga pesan mengenai pencegahan pernikahan anak dapat diterima dengan cara yang lebih relevan dan mudah dipahami.
Membekali Remaja dengan Pengetahuan dan Keterampilan
Dalam program pembekalan di sekolah, para remaja diberikan edukasi mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan pencegahan pernikahan anak, antara lain:
- Dampak pernikahan anak, terutama terhadap pendidikan, kesehatan, psikologis, dan kesiapan kehidupan berkeluarga.
- Kemampuan menghadapi tekanan lingkungan, termasuk tekanan dari teman sebaya, lingkungan sosial, maupun berbagai pengaruh yang dapat mendorong keputusan menikah pada usia anak.
- Strategi pencegahan yang relevan bagi remaja, termasuk kemampuan mengambil keputusan, merencanakan masa depan, serta membangun komunikasi yang sehat.
- Pentingnya pendidikan dan perencanaan masa depan sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi muda yang berkualitas.
Edukasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat mendorong perubahan sikap dan perilaku remaja dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan masa depan mereka.
Remaja sebagai Agen Perubahan
Keterlibatan Duta GenRe dan Duta Anak menjadi bagian penting dalam pendekatan ini. Sebagai figur yang dekat dengan dunia remaja, mereka diharapkan mampu menjadi role model sekaligus agen perubahan yang menyampaikan pesan positif kepada teman sebaya.
Melalui pendekatan tersebut, remaja didorong untuk saling mendukung dalam meraih pendidikan, mengembangkan potensi, membangun cita-cita, serta merencanakan masa depan secara lebih matang.
Remaja bukan hanya menjadi sasaran program, tetapi juga ditempatkan sebagai bagian dari solusi dalam upaya mencegah pernikahan anak.
Kolaborasi untuk Masa Depan Generasi Lebak
Pencegahan pernikahan anak membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, keluarga, masyarakat, serta generasi muda perlu membangun sinergi agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
DP3AP2KB Kabupaten Lebak terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memberikan edukasi dan penguatan kapasitas remaja, khususnya dalam bidang pembangunan keluarga, perlindungan anak, kesehatan reproduksi, dan perencanaan kehidupan berkeluarga.
Melalui program UNTIRTA BERSINAR, diharapkan semakin banyak remaja yang memiliki pengetahuan, keberanian, dan kemampuan untuk menentukan pilihan hidup secara bijak.
Selamatkan Generasi, Raih Mimpi Setinggi Mungkin
Masa remaja merupakan masa untuk belajar, mengembangkan diri, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan. Setiap remaja berhak memiliki kesempatan untuk mengejar pendidikan dan cita-citanya sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
Karena itu, pencegahan pernikahan anak bukan hanya tentang mencegah sebuah pernikahan, tetapi tentang memberikan kesempatan kepada anak dan remaja untuk tumbuh, belajar, bermimpi, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik.
Mari bersama mencegah pernikahan anak, menguatkan remaja, dan membangun generasi Lebak yang cerdas, sehat, terencana, dan berdaya.
Selamatkan generasi, raih mimpi setinggi mungkin!
Writer & Editor : Dio Riksa A, 2026