Beraksi untuk Gizi Keluarga: DP3AP2KB Lebak Latih Kader DASHAT di Curugbitung, Maja, dan Sajira
bro admin | 13 Juli 2026 | Dibaca 11 kali

LEBAK — Penanganan stunting dari akar rumput terus menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Lebak. Sebagai wujud komitmen nyata dalam mencetak generasi masa depan yang sehat dan berprestasi DP3AP2KB Kabupaten Lebak resmi menyelenggarakan Pelatihan bagi Kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) Tahun Anggaran 2026 pada Senin (13/7/2026).

Kegiatan interaktif yang berlangsung secara serentak di wilayah Kecamatan Curugbitung, Maja, dan Sajira ini memfokuskan pendampingan pada peningkatan kapasitas para kader desa sebagai ujung tombak edukasi gizi masyarakat.

Memaksimalkan Pangan Lokal untuk Pemenuhan Gizi Seimbang

Program DASHAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) dirancang bukan hanya sebagai sarana pemberian bantuan makanan semata, melainkan sebuah gerakan pemenuhan gizi berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Dalam pelatihan ini, para kader dibekali pengetahuan komprehensif mengenai formulasi gizi seimbang yang dikhususkan bagi kelompok sasaran prioritas, yaitu:

  • Ibu Hamil: Memastikan asupan nutrisi makro dan mikro terpenuhi sejak masa kehamilan guna mencegah gangguan pertumbuhan janin.
  • Ibu Menyusui: Mengoptimalkan kualitas ASI eksklusif melalui gizi ibu yang terjaga.
  • Balita (khususnya usia Baduta/di bawah dua tahun): Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya protein hewani dan zat besi.

Materi inti pelatihan menekankan pemanfaatan bahan pangan lokal yang melimpah dan terjangkau di sekitar pemukiman warga, seperti daun kelor, ikan air tawar, telur, tahu-tempe, serta aneka umbi-umbian. Para instruktur membimbing kader secara langsung mengenai teknik pengolahan makanan yang tepat agar kandungan gizi dan vitamin di dalamnya tidak rusak selama proses memasak.

Menguatkan Peran Kader sebagai Penggerak Komunitas

Di tingkat lapangan, para kader DASHAT memegang peranan kunci dalam mengedukasi keluarga berisiko stunting. Melalui pelatihan ini, kapasitas kader ditingkatkan dalam beberapa aspek teknis utama:

  1. Pengolahan Menu Bervariasi: Menyusun resep makanan bergizi tinggi yang lezat, menarik bagi balita, dan hemat biaya.
  2. Edukasi Sanitasi dan Higiene Makanan: Memastikan seluruh proses penyiapan hingga penyajian Makanan Pendamping ASI (MPASI) higienis dan bebas kontaminasi.
  3. Konseling Gizi Keluarga: Meningkatkan pemahaman kader dalam menyampaikan informasi gizi secara persuasif saat mendampingi keluarga berisiko stunting di desa masing-masing.

Melalui sinergi di tiga kecamatan ini, diharapkan para kader semakin percaya diri dan kompeten untuk menggerakkan pos-pos DASHAT di desa, mendemonstrasikan resep sehat, serta mengubah pola konsumsi masyarakat menuju gaya hidup yang lebih sadar gizi.

Komitmen Lintas Sektor demi Generasi Lebak Bebas Stunting

Upaya pencegahan stunting membutuhkan intervensi konvergen dari seluruh pemangku kepentingan. Kehadiran program DASHAT yang berkelanjutan diharapkan menjadi benteng pertahanan utama dalam menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Lebak secara signifikan.

DP3AP2KB Kabupaten Lebak mengimbau seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, hingga aparat desa setempat untuk bersama-sama mengawal dan mendampingi pelaksanaan program DASHAT di wilayahnya masing-masing. Mari kita satukan langkah, manfaatkan potensi pangan lokal sekitar, dan wujudkan keluarga Lebak yang sehat, mandiri, serta bebas stunting!

Writer & Editor : Dio Riksa A, 2026

BAGIKAN :