RANGKASBITUNG – Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus bergerak nyata memperkuat sistem proteksi sosial bagi kelompok rentan di tingkat basis. Komitmen ini diwujudkan melalui pembukaan agenda "Pelatihan Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) Tingkat Kabupaten Lebak Tahun 2026".
Kegiatan peningkatan kapasitas ini diselenggarakan pada Rabu, 22 April 2026, bertempat di Aula Kantor DP3AP2KB Kabupaten Lebak. Pelatihan kali ini secara khusus menyasar para elemen relawan yang berasal dari Desa Maja Baru dan Desa Maja, Kecamatan Maja, sebagai wilayah rintisan program.
Mempercepat Perwujudan 15 Indikator Utama DRPPA
Pelatihan Relawan SAPA ini merupakan bagian integral dari strategi percepatan pembangunan yang inklusif untuk mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Berbeda dengan model pendekatan konvensional, DRPPA menuntut pemenuhan 15 indikator utama yang keberhasilannya sangat bertumpu pada pengorganisasian komunitas di tingkat desa.
Terdapat tiga esensi dan tujuan utama dari pelaksanaan pelatihan intensif ini:
Peningkatan Kapasitas Teknis Relawan: Para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai bentuk-bentuk kekerasan (fisik, psikis, seksual, dan penelantaran), pemetaan hak-hak dasar anak, serta aspek pengarusutamaan gender dalam pembangunan desa.
Aktivasi Peran Aktif Masyarakat: Relawan SAPA didesain untuk menjadi garda terdepan (first responder) di lingkungan tempat tinggal mereka. Mereka dilatih untuk peka terhadap dinamika sosial, mampu melakukan deteksi dini potensi konflik keluarga, serta memahami alur pengaduan jika terjadi kasus kekerasan.
Manifestasi Aksi Nyata Pelindungan: Pelatihan ini mengarahkan relawan untuk mampu menyusun rencana aksi lokal di desa masing-masing. Fokus utamanya adalah memastikan setiap perempuan dan anak di Kabupaten Lebak dapat hidup dengan aman, bebas dari diskriminasi, serta memiliki ruang yang setara untuk berdaya.
Membangun Pondasi Keamanan dari Tingkat Keluarga
Pihak DP3AP2KB Kabupaten Lebak menegaskan bahwa keterbatasan jumlah personel struktural di tingkat kabupaten menjadikan kehadiran Relawan SAPA di tingkat desa sebagai elemen yang sangat krusial. Kehadiran relawan di tengah masyarakat diharapkan dapat memutus rantai fenomena gunung es dalam kasus-kasus kekerasan domestik yang kerap tidak terlaporkan.
Dengan adanya sinergi antara Relawan SAPA, pemerintah desa, babinsa, bhabinkamtibmas, serta kader PKK, sistem pelindungan masyarakat akan terbangun secara mandiri dan berkelanjutan dari hulu.
Komitmen Bersama Jaga Masa Depan Daerah
Melalui pelaksanaan pelatihan ini, DP3AP2KB Kabupaten Lebak berharap para Relawan SAPA dari Desa Maja dan Desa Maja Baru dapat segera mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk membangun ekosistem desa yang ramah, aman, dan responsif. Langkah ini menjadi modal berharga bagi Kabupaten Lebak untuk terus mempertahankan predikat daerah yang peduli terhadap kelangsungan hidup generasi masa depan.
Bersama Relawan SAPA, Kita Jaga Masa Depan Perempuan dan Anak Kabupaten Lebak yang Sehat, Berdaya, dan Terlindungi!
Writer & Editor : Dio Riksa A, 2026