Pendampingan Analisis Situasi dalam rangka Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting
bro admin | 21 Januari 2026 | Dibaca 11 kali

Lebak, 21 Januari 2026 — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak melaksanakan kegiatan Pendampingan Analisis Situasi (ANSIT) dalam rangka Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di 6 kabupaten/kota, dengan fokus pelaksanaan di Kecamatan Rangkasbitung dan Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, bersama Tim ANSIT.

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan secara komprehensif terhadap titik lokasi (lokus) stunting di wilayah Rangkasbitung dan Cibadak. Melalui analisis data yang akurat dan terverifikasi, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi desa atau kelurahan dengan angka prevalensi stunting tertinggi, sehingga intervensi yang dilakukan menjadi lebih tepat sasaran.


Selain pemetaan lokus, pendampingan ini juga memastikan terlaksananya dua pendekatan utama dalam penanganan stunting, yaitu intervensi spesifik dan intervensi sensitif.
Intervensi spesifik mencakup pelayanan kesehatan secara langsung, seperti pemberian makanan tambahan, imunisasi, serta suplementasi gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sementara itu, intervensi sensitif diarahkan pada faktor-faktor pendukung, antara lain ketersediaan air bersih, sanitasi layak, serta edukasi pola asuh dan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat keluarga.

Melalui kegiatan ini, DP3AP2KB Kabupaten Lebak juga memastikan bahwa data stunting di tingkat kecamatan selaras dengan data kabupaten. Keselarasan data tersebut menjadi kunci penting agar proses perencanaan dan penganggaran, baik melalui APBD maupun Dana Desa, dapat dialokasikan secara optimal untuk program dan kegiatan yang benar-benar mendukung percepatan penurunan stunting.


Mengingat stunting merupakan permasalahan multidimensi, pendampingan Analisis Situasi ini bertujuan untuk menyatukan langkah dan peran lintas sektor, mulai dari dinas kesehatan, dinas sosial, pihak kecamatan, hingga kader di tingkat desa. Dengan koordinasi yang kuat, diharapkan tidak terjadi tumpang tindih peran, melainkan sinergi yang saling menguatkan.

Melalui pendampingan ini, diharapkan prevalensi stunting di Kabupaten Lebak dapat terus menurun, serta bantuan dan intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran dengan prinsip by name by address. Pada akhirnya, upaya ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mencetak generasi Lebak yang unggul, sehat, cerdas, serta mewujudkan Kabupaten Lebak menuju zero stunting.


Writer & Editor : Maya Puspita, 2026

BAGIKAN :