RANGKASBITUNG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Ikatan Bidan Indonesia (IBI), jajaran Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) terjun langsung ke lapangan guna memantau jalannya gerakan Pelayanan KB Serentak. Pemantauan ini dilakukan secara komprehensif di sejumlah fasilitas kesehatan (faskes) dan jaringan pelayanan yang tersebar di wilayah Kabupaten Lebak.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa momentum peringatan profesi kepedulian ini memberikan dampak nyata yang masif bagi penguatan Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (Bangga Kencana) di Bumi Multatuli.
Memastikan Standar Mutu dan Keselamatan Pasien
Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) ini bukan sekadar peninjauan administratif biasa. Tim teknis turun langsung ke ruang-ruang pelayanan untuk memastikan seluruh rangkaian prosedur medis berjalan dengan aman, berkualitas tinggi, dan memenuhi standar operasional baku (SOP) yang telah ditetapkan.
Ada tiga poin fokus utama yang dikawal oleh Tim Monev dalam peninjauan faskes kali ini:
Ketersediaan Logistik Alat Kontrasepsi (Alkon): Memastikan pasokan alkon, terutama untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti Implan dan IUD, dalam kondisi aman dan siap pakai.
Kesterilan dan Kelayakan Fasilitas: Memeriksa kesiapan ruang tindakan serta sterilisasi peralatan medis pendukung guna menjamin keselamatan para akseptor.
Ketepatan Konseling Pra-Tindakan: Memastikan setiap calon akseptor telah mendapatkan KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang utuh dari petugas medis mengenai jenis kontrasepsi yang dipilih.
Apresiasi Tertinggi bagi Bidan sebagai Garda Terdepan
Selain memastikan mutu pelayanan, momentum turun ke lapangan ini dimanfaatkan sebagai panggung untuk memberikan apresiasi dan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh bidan tangguh di Kabupaten Lebak.
Sebagai organisasi profesi yang telah menginjak usia 75 tahun, IBI terbukti konsisten menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Para bidan merupakan ujung tombak dan garda terdepan pelayan publik yang berhadapan langsung dengan masyarakat—baik di perkotaan maupun di daerah pelosok—dalam mengawal kesehatan reproduksi, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, hingga mengedukasi pola asuh keluarga.
Sinergi Bersama Wujudkan Keluarga Bebas Stunting
Antusiasme dan partisipasi aktif yang ditunjukkan oleh masyarakat Kabupaten Lebak dalam menyukseskan program KB Serentak ini patut diacungi jempol. Tingginya kesadaran warga untuk merencanakan jarak kelahiran merupakan investasi sosiologis yang sangat besar.
Melalui pengaturan kelahiran yang terencana, pemenuhan gizi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak dapat berjalan dengan optimal. Langkah preventif dari hulu inilah yang akan mempercepat target penurunan angka stunting secara meluas di Kabupaten Lebak.
Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen untuk terus menggandeng Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkualitas demi melahirkan generasi masa depan Bumi Multatuli yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.
Bersama Bidan Tangguh, Kita Wujudkan Keluarga Lebak yang Sehat, Terencana, Sejahtera, dan Bebas Stunting!
Writer & Editor : Dio Riksa A, 2026