SERANG – Pemerintah Kabupaten Lebak menegaskan kembali komitmennya dalam menyusun perencanaan pembangunan yang inklusif, responsif gender, dan ramah anak. Langkah strategis ini dikawal langsung dalam forum Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Provinsi Banten yang diselenggarakan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Kota Serang, pada Senin, 13 April 2026.
Melalui forum teknis ini, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3AP2KB) Kabupaten Lebak memastikan program-program strategis bidang PPPA dan P2KB masuk ke dalam skala prioritas pembangunan daerah dan provinsi untuk tahun anggaran 2027.
3 Pilar Strategis Desk Tematik ProSN (Program Strategis Nasional)
Dalam pembahasan intensif pada Desk Tematik ProSN, perwakilan Kabupaten Lebak menjabarkan tiga agenda kerja utama yang akan menjadi fokus intervensi kebijakan demi memperkuat kualitas sumber daya manusia di Bumi Multatuli:
1. Pengarusutamaan Gender (PUG)
Pemerintah Kabupaten Lebak mendorong penguatan kesetaraan gender melalui sinkronisasi program kerja lintas sektor (OPD). Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembangunan daerah dapat memberikan akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan.
2. Lebak Responsif Anak
Menempatkan anak sebagai investasi masa depan daerah, agenda ini berfokus pada pemenuhan hak-hak anak dan penguatan sistem perlindungan anak dari berbagai bentuk tindak kekerasan dan diskriminasi. Langkah konkret ini juga diarahkan untuk mempertahankan serta meningkatkan capaian indikator Kabupaten Layak Anak (KLA) secara berkelanjutan di Kabupaten Lebak.
3. Ketahanan Keluarga & P2KB (Percepatan Penurunan Stunting)
Pembangunan daerah yang kokoh harus dimulai dari ketahanan unit terkecil, yaitu keluarga. Melalui optimalisasi program Kependudukan dan Keluarga Berencana, DP3AP2KB Lebak berkomitmen meningkatkan kualitas pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Fokus utama dari pilar ini adalah intervensi gizi terpadu dan edukasi lini lapangan guna mempercepat penurunan angka stunting secara komprehensif.
Keselarasan Program Daerah dan Pusat
Pembahasan dalam Rakortekrenbang ini menjadi sangat krusial karena mempertemukan target capaian daerah dengan arah kebijakan nasional (ProSN). Dengan adanya keselarasan program ini, diharapkan serapan anggaran dan implementasi kegiatan di tahun 2027 dapat berjalan lebih efektif, efisien, serta menyentuh langsung kebutuhan masyarakat rentan di tingkat akar rumput.
Pembangunan manusia yang berkeadilan tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, melainkan dari bagaimana daerah mampu memberikan rasa aman, ruang berkembang yang setara bagi perempuan, serta perlindungan yang optimal bagi tumbuh kembang anak-anak.
Menuju Masa Depan Lebak yang Sejahtera
Melalui sinergi yang matang antara jajaran OPD di Kabupaten Lebak dengan Pemerintah Provinsi Banten, dokumen perencanaan yang dihasilkan dalam Rakortekrenbang 2026 ini diharapkan menjadi kompas utama dalam mewujudkan masyarakat Lebak yang maju dan berdaya saing.
Mari Bersama Kita Jalin Kolaborasi dan Sukseskan Perencanaan Pembangunan demi Mewujudkan Kabupaten Lebak yang Ramah Perempuan, Layak Anak, dan Sejahtera!
Writer & Editor : Dio Riksa A, 2026